Jika Tidak Bisa Menjadi yang Terakhir, Jangan Menjadi yang Pertama

Apa maksud judul di atas?
mari kita berpikir sejenak mengenai keseriusan dalam sebuah hubungan.
Cinta, ya cinta, sebuah anugerah dari Allah yang Maha Kuasa kepada mahluk ciptaannya.
Bila kita berbicara lebih jauh mengenai cinta sebagai anugerah, menghendaki penempatan cinta itu sendiri dalam batas dan tata cara yang dibenarkan oleh aturan agama.

Disini saya tidak akan berbicara jauh mengenai cinta dan cara mencintai yang diajarkan oleh agama, tapi lebih kepada sebuah komitmen.

Baik seorang laki-laki maupun perempuan tentu dapat membedakan apa itu cinta dan bukan. Hubungan cinta sepasang lawan jenis yang menghendaki sebuah keseriusan dan ketetapan komitmen serta kemantapan hati.

Lalu bagaimana, jikalau seseorang telah menjadi orang pertama dalam hubungan tersebut, sebagai orang yang dicintai pertama kali. Apakah adakah seseorang itu tanpa sengaja ingin mengambil hati atau tanpa sengaja tindakan dan kehadirannya menarik hati seseorang yang lainnya.

Sebenarnya sangatlah mudah untuk menghentikan dan meneruskan sebuah perasaan yang muncul dalam hidup seseorang, jika seseorang yang dicinta mau mengerti dan lebih peka.

Bila dia (seseorang yang dicintai) tidak menyukai atau bahkan sampai jatuh cinta kepada dia (yang mencintai) alangkah baiknya bersikap biasa dan jangan berlebihan menghindari, tunjukkan bahwa menjadi sahabat dan tidak lebih untuk dia (yang mencintai) lebih tepat buat hubungan mereka.

Akan tetapi, bila dia (seseorang yang dicintai) ternyata sedikit tertarik atau bahkan mempunyai perasaan yang sama, tunjukanlah perasaan itu kepada dia (yang mencintai untuk pertama kali). Karena tidak mudah menunggu dalam ketidakpastian dalam perasaan dia (yang mencintai). Tapi tanggapilah perasaan dia (yang mencintai) dengan penuh keseriusan. Karena belum tentu hatinya dapat pulih sebegitu cepat.

Pada intinya, jika tidak bisa menjadi yang terakhir, jangan menjadi yang pertama.

maksud disini adalah, jangan pernah memberi harapan kepada seseorang yang engkaupun tidak berpikir akhirnya akan bagaimana.

-AAM- 7 Agustus 2014

Komentar