Materi


Teknik dan Metode “Public Speaking” dalam Lembaga Legislatif Mahasiswa

Oleh

Arum Anggraeni Maulida

Ketua DPM KM-UMY Periode 2014-2015

 

 

Apa itu lembaga legislatif? Apakah tugas dan fungsi dari sebuah lembaga legislatif? Dari namanya saja kita seharusnya sudah mengetahui bahwa lembaga legislatif adalah sebuah lembaga yang menjalankan fungsi legislasi. Apa itu fungsi legislasi? Legislasi adalah kegiatan dimana suatu Undang-Undang dibentuk. Meskipun fungsi legislasi merupakan fungsi yang penting di sebuah lembaga legislatif, lembaga legislatif tentu mempunyai fungsi-fungsi lainnya.

Bila kita melihat ketentuan Undang-Undang Dasar 1945, lembaga legislatif yakni dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia telah disebutkan 3 fungsi utama, yatitu fungsi legislasi (seperti yang telah disebutkan sebelumnya), funsgi pengawasan (pegawasan horizontal terhadap lembaga eksekutif sebagai salah satu bentuk checks and balances), dan yang terakhir adalah fungsi budgeting (salah satu fungsi spesial sebuah lembaga legislatif dalam membahas, mennetukan, dan merancang suatu anggaran).

Dalam menjalankan 3 fungsi utama lembaga legislatif yang telah dipaparkan singkat di atas, anggota yang tergabung di dalam sebuah lembaga legislatif dituntut mampu menguasai beberapa hal, dimulai dari pengetahuan yang cukup, berkompetensi, dan mampu mengaplikasikan sebuah teknik berbicara dimuka umum maupun dipersidangan (public speaking).

Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan secara singkat mengenai teknik dan metode public speaking (seni berbicara dimuka umum) dalam lembaga legislatif, khususnya lembaga legislatif mahasiswa.

Mengapa public speaking dianggap penting untuk dipelajari oleh anggota lembaga legislatif adalah karena dalam menjalankan seluruh fungsi utama yang telah dipaparkan di atas, kemampuan public speaking yang baik haruslah dimiliki oleh anggota lembaga legislatif yang tak lain adalah sebagai lembaga perwakilan yang tentunya bertindak mewakili baik di dalam suatu pemerintahan maupun dimuka umum khalayak.

Di dalam persidangan, melakukan pengawasan, tampil di masyarakat (dalam hal ini mahasiswa) membuat seorang anggota lembaga legislatif dituntut mempunyai kompetensi yang baik dalam penguasaan public speaking. Misalkan saja seorang anggota lembaga legislatif tidak mempunyai penguasaan public speaking yang baik, bagaimana dia bisa melakukan sebuah negosiasi yang baik dengan khalayak publik? Bagaimana bisa menyampaikan ide, gagasan, masukan, serta rekomendasi bila ia tidak mampu menguasai forum? Maka dari itu disini pentingnya sebuah kemampuan public speaking.

Tetapi sebelum melangkah terlalu jauh, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu definisi dari “public speaking. Public speaking yang penulis pahami adalah sebuah metode berbicara di muka umum dengan menuntut sebuah profesionalitas. Terkadang ada saja yang berfikir bahwa sebenarnya kemampuan berbicara dengan baik itu bawaan sejak masa kanak-kanak, akan tetapi penulis berpendapat bahwa sebenarnya kemampuan public speaking secara baik dapat diraih bila berusaha mempelajari teknik dan metodenya serta melatih diri sesering mungkin.

Public speaking sendiri adalah salah satu bentuk komunikasi. Sejauh ini bila kita mengingat kata “komunikasi”, kita mengetahui bahwa ada sebuah pesan dalam lingkarang komunikasi tersebut. Akan lebih jelas bila melihat bagan dibawah ini.



Oval: Komunikan


 

 

 

 


Hubungan lingkaran antara komunikator, pesan, dan komunikan disebut komunikasi jika tercapainya suatu timbal balik antar komunikator dan komunikan, seperti bagan di bawah ini.





 

 

 

 


Jika suatu pesan telah berhasil disampaikan oleh sang komikator dan diterima oleh sang komunikan, tentu saja sebuah komunikasi telah terjadi bilamana terjadi timbal balik dari komunikan kepada komunikator, entah dalam bentuk tanggapan pesan, bicara, bahkan diam sekalipun sudah menunjukan sebuah komunikasi terjalin bilaman patokannya kita ambil adalah tersampaikannya sebuah pesan. Sama halnya public speaking.

Dalam sebuah forum yang diadakan oleh sebuah lembaga legislatif sebagai salah satu perwakilan mapun badan yang mempunyai wewenang timggi, penyampainan pesan yang baik tentu sangat diharapkan. Dalam hal umum dibidang perpolitikan, retorika dan propaganda  menjadi suatu kesatuan dalam public speaking yang dilakukan oleh anggota lembaga legislatif. Sebagaimana layaknya seorang perwakilan yang mewakili satu, dua, puluhan, ratusan, bahkan ribuan mahasiswa pun diharapkan mempunyai penguasaan public speaking yang baik, karena anggota lembaga legislatif diibaratkan sebagai salah satu pemimpin yang mampu memberikan penjelasan, pemahaman, pertimbangan, maupun pendapat sehingga apa yang ia sampaikan dapat diterima oleh publik.

Sebagaimana yang terjadi di dalam lingkup kampus, lembaga legislatif mahasiswa menjadi sorotan dan kinerjanya selalu mendapat sorotan dari mahasiswa. Bilamana ada kesempatan, anggota lembaga legislatif menyampaikan suatu opini, saran, kritik terhadap kinerja yang diawasi, dinamika dalam persidangan, menuntut anggota lembaga legislatif harus mampu berkomunikasi dengan baik.

Selanjutnya mengenai fungsi public speaking dalam lembaga legislatif itu sendiri adalah sebagai berikut:

a.       Fungsi dalam hal bernegosiasi;

b.      Fungsi dalam hal menyampaikan kepentingan publik;

c.       Fungsi dalam melakukan aktifitas lobi;

d.      Fungsi dalam hal bermusyawarah dalam rapat;

e.       Fungsi dalam hal mengajak dan mempengaruhi; dan sebagainya.

Kesemuaan fungsi di atas tentu dapat dilakukan bilamana seorang anggota lembaga legislatif juga mempunya pengetahuan yang luas dan mampu mengutarakannya di khalayak publik dalam bentuk yang bermacam-macam, antara lain sebagai berikut:

a.       Pidato;

b.      Orasi;

c.       Presentasi; dan

d.      Diskusi Publik.

Inilah contoh bentuk-bentuk formal public speaking dalam lembaga legislatif yang sebaiknya dipahami dan dapat diterapkan oleh anggota lembaga legislatif. Dalam lembaga legislatif mahasiswa, seorang anggota maupun pimpinan diharuskan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal dengan salah satunya melakukan public speaking dengan baik.

Komentar